Selasa, 21 November 2017

KOPERASI DI INDONESIA

SEJARAH KOPERASI
            Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
            Pada tahun 1896 seorang pamong praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri. Ia terdorong oleh keinginanya untuk menolong para pegawai yang semakin menderita karna terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dan bunga yang tinggi. Maksud patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman.
            Pada zaman Belanda, pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena :
1.    Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi
2.    Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi
3.    Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena petimbangan politik
Mengantisipasi perkembangan koperasi yang mulai memasyarakat, pemerintah Hindia-Belanda mengeluarkan peraturan perundang tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No.43 tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91 tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No.21 tahun 1933.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Soetomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve. Pada tahun 1927 dibentuk Sarekat Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha Pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebagai ibukota provinsi sedang diduduki oleh tentara Belanda).

KOPERASI
Koperasi adalah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersamam. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaruyang dikembangkan Internatioanl Coorperative Alliance (Federasi Koperasi non-pemerintah Internasional) adalah :
§  Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
§  Pengelolaan yang demokratis
§  Partisipasi anggota dalam ekonomi
§  Kebebasan dan otonomi
§  Pengembangan pendidikan, pelatihan dan informasi
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah :
§  Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
§  Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
§  Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa dan usaha masing-masing anggota
§  Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
§  Kemandirian
§  Pendidikan perkoperasian
§  Kerjasama antar koperasi

LAMBANG KOPERASI INDONESIA
            Lambang koperasi Indonesia sudah beberapa kali mengalami perubahan sampai saat ini dan yang terbaru adalah pemerintah memutuskan untuk mengembalikan lambang koperasi ke versi yang lama yaitu sebagai berikut :

1.  Rantai : melambangkan kokohnya persahabatan. Jadi manusia yang berkoperasi adalah masyarakat yang suka bersahabat.

2.   Roda bergigi : menggambarkan upaya keras yang ditempuh secara terus menerus seperti roda gigi yang berputar tidak kenal lelah walaupun kadang dibawah kadang diatas. Sehingga koperasi adalah wadah dimana orang-orang selalu hidup dengan kerja keras.

3.  Kapas dan Padi : menggambarkan kemakmuran rakyat yang diusahakan oleh koperasi. Jadi tujuan koperasi adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang makmur dan sejahtera.

4.    Timbangan : melambangkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi jadi setiap pengurus dan anggota koperasi haruslah adil dalam mengelola koperasi.
5.    Bintang dalam Perisai : pancasila sebagai landasan idiil koperasi. Jadi pancasila sebagai landasan dalam berkoperasi serta mengamalkab kelima sila tersebut dalam kegiatan keseharian koperasi.

6.    Pohon beringin : menggambarkan sifat kemasyarakatan dan kepribadiann masyarakat Indoneisa yang kokoh berakar. Artinya masyarakat Indonesia yang bergerak dibidang koperasi adalah masyarakat yang kokoh, tidak mudah goyah oleh cobaan dan gempuran ekonomi dari luar negeri dan siap bersaing.

7.    “Koperasi Indonesia” : menandakan lambang kepribadian koperasi rakyat indonesia. Jadi koperasi adalah sistem ekonomi Indonesia yang sangat bagus dan menjadi penggerak perekonomian Indonesia.

8.    Warna dasar merah putih : menggambarkan sifat nasional Indonesia, cinta tanah air dan bangga sebagai warga negara Indonesia.

TUJUAN KOPERASI
            Dalam peraturan perundang-undangan Indonesia telah diatur tentang tujuan koperasi. Berdasarkan pasal UU No. 25 tahun 1992, tujuan koperasi adalah :
§  Memajukan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat
§  Turut serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang makmur dengan tetap berlandaskan pada pancasila dan UUD 1945

FUNGSI DAN PERANAN KOPERASI
            Dalam setiap organisasi memiliki fungsi dan peranan tertentu, begitupun dengan organisasi koperasi. Perkoperasian di Indonesia seharusnya berfungsi dan memiliki peran sebagai berikut :
1.    Mengembangkan serta membangun kemampuan dan potensi anggota koperasi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi.
2.    Berperan secara aktif dalam rangka meningkatkan dan memperbaiki kualitas kehidupan anggota koperasi dan masyarakat.
3.    Memperkuat serta mengkokohkan perekonomian rakyat Indonesia sebagai dasar ketahanan dan kekuatan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
4.    Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

JENIS JENIS KOPERASI
·         KOPERASI BERDASRKAN FUNGSINYA
1.    Koperasi Konsumsi
Tujuan utama koperasi ini adalah untuk menyejahterakan para anggotanya terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Bisa juga dikatakan didirikannya koperasi ini sebagai pemenuhan kebutuhan untuk para anggotanya.

2.    Jasa
Seperti dengan koperasi yang lainnya, koperasi ini hanya berbeda karena koperasi ini menawarkan jasa untuk para anggotanya. Pelayanan jasa yang ditawarkan dalam koperasi jasa adalah pinjaman uang untuk para anggotanya. Kelebihan ang dipunyai koperasi ini adalah bunga yang cukup rendah dibandingkan dengan tempat peminjaman uang yang lainnya. Laba dari bunga tersebut juga sebagaikepentingan para anggotanya.



3.    Koperasi Produksi
Jika berdasrkan produksi maka dalam kegiatan produksi dilakukan oleh anggota. Proses produksi ini mencakup atau menyediakan bahan baku untuk proses produksi, membantu menyediakan berbagai macam alat yang digunakan dalam proses produksi dan juga membantu produksi berbagai macam jenis barang tertentu.

·         KOPERASI BERDASARKAN LUAS DAERAH KERJA
1.    Koperasi Primer
Koperasi primer memiliki anggota paling sedikit 20 orang. 20 orang itu terhitung perseoranngan.

2.    Koperasi Sekunder
Disebut koperasi sekunder sebab koperasi ini terdiri dari berbagai macam gabungan badan-badan yang ada di koperasi serta memiliki daerah kerja yang lebih luas dibandingkan dengan koperasi primer. Oleh sebab itulah koperasi ini harus dibagi menjadi beberapa bagian agar pengawasan kerja lebih maksimal. Koperasi ini terbagi menjadi tiga bagian koperasi. Yaitu sebagai berikut :
o   Koperasi pusat
o   Gabungan koperasi
o   Induk koperasi

·         KOPERASI BERDASARKAN USAHANYA
1.    Simpan Pinjam
Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang mempunyai usaha individual untuk menyimpan simpanan yang disetorkan oleh anggota koperasi serta melayani anggota yang ingin melakukan pinjaman. Jenis koperasi simpan pinjam adalah jenis koperasi yang banyak diikuti oleh masyarakat. Hal itu dikarenakan di zaman yang semuanya sudah serba mahal seperti sekarang ini, kita bisa mendapatkan pinjamn dengan mudah hanya dengan menjadi anggota koperasi tersebut.

2.    Koperasi Serba Usaha
Koperasi ini juga banyak diikuti oleh masyarakat, hal itu dikarenakan koperasi serba usaha adalah koperasi yang memiliki jenis uasaha bermacam-macam. Koperasi ini akan mencakup beberapa jenis usaha koperasi diantaranya adalah simpanpinjam, koperasi unit produksi, koperasi konsumsi dengan membuka usaha pertokoan yang melayani berbagai macam kebutuhan sehari-hari anggotanya maupun masyarakat umum.

3.    Koperasi Konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang dapat menyediakan macam-macam kebutuhan sehari-hari untuk para anggota koperasi tersebut. Kebutuhan sehari-hari ini bisa mencakup dalam bidang bahan pangan, pakaian, perabotan rumah tangga dan masih banyak lagi lainnya.



4.    Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang memiliki bidang usaha untuk bisa dapat membuat barang, memproduksi barang dan yang menjual barang adalah para anggota koperasi tersebut.















Daftar Pustaka :


Kamis, 13 Juli 2017

MEMAHAMI TENTANG PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT

Penawaran Agregat / Agregate Supply
     Penawaran agregat adalah  jumlah seluruh barang akhir dan jasa-jasa di dalam perekonomian yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan (firms) pada berbagai tingkat harga. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan bahwa penawaran agregat itu pada dasarnya merupakan nilai total dari seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan di dalam perekonomian.


     Penawaran agregat didalam suatu perekonomian di pengaruhi oleh beberapa factor sebagai berikut :
  • Besarnya angkatan kerja (size of the labor force).
  • Besarnya stok kapital (size of capital stock).
  • Keadaan atau tingkat teknologi (state of technology).
  • Tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).
  • Harga faktor-faktor produksi.
     Berkaitan dengan penawaran agregat ini barangkali penting untuk dibedakan antara penawaran agregat jangka panjang (short-run aggregate supply,SRAS) dan penawaran agregat jangka panjang (long-run aggregate supplay,LRAS).pengertian yang telah dikemukakan di atas adalah dalam artian penawaran agregat jangka pendek (short-run aggregate supply). Sedangkan penawaran agregat jangka panjang( lomg run aggregate supply ) lebih menunjuk kepada jumlah output riil yang ditawarkan ketika upah dan harga-harga telah disesuaikan sedemikian rupa sehingga masing-masing perusahaan memproduksi output yang memaksimumkan keuntunganya dan perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh (full employment level).

Mengapa Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang Berbentuk Vertikal?
     Dalam jangka panjang, produksi barang dan jasa ekonomi (GDP riilnya) tergantung pada penawaran tenaga kerja, modal, dan sumber daya alam, serta pada penguasaan teknologi yang digunakan untuk mengubah factor-faktor produksi tersebut menjadi barang dan jasa. Karena tingkat harga tidak mempengaruhi factor penentu jangka panjang GDP riil maka kurva penawaran agrerat jangka panjang berbentuk vertical.

Mengapa Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang Dapat Bergeser?
     Tingkat produksi seringkali disebut output potensial atau output alamiah. Tingkat output alamiah adalah tingkat produksi yang akan terjadi dalam perekonomian jangka panjang. Setiap perubahan dalam perekonomian yang mengubah tingkat output alamiah akan menggeser kurva penawaran agrerat jangka panjang. Kita dapat mengelompokkan sumber-sumber pergeseran kurva penawaran agrerat jangka panjang yaitu; pergeseran yang berasal dari tenaga kerja, pergeseran yang berasal dari modal, pergeseran yang berasal dari sumber daya alam, dan pergeseran yang berasal dari pengetahuan teknologi.

Mengapa Kurva Penawaran Agregat Jangka Pendek Miring ke Atas?
     Dalam jangka pendek, kenaikan tingkat harga keseluruhan dalam perekonomian cenderung meningkatkan jumlah penawaran barang dan jasa, sedangkan penurunan tingkat harga cenderung mengurangi jumlah penawaran barang dan jasa.
Berikut adalah tiga teori yang menjelaskan mengapa kurva penawaran agrerat jangka pendek miring ke atas.
1. Teori kekakuan upah : Menurut teori ini, kurva penawaran agregat jangka pendek miring ke atas karena dalam jangka pendek upah nominal sulit berubah atau kaku.
2. Teori kekakuan harga : Teori ini memberi tekana bahwa nominal upah menyesuaikan dengan lambat seiring berjalannya waktu.
3. Teori kesalahan persepsi : Menurut teori ini, perubahan tingkat harga keseluruhan terkadang dapat menyesatkan produsen tentang apa yang terjadi dalam masing-masing pasar tempat mereka menjual hasil produksinya.
Mengapa Kurva Penawaran Agrerat Jangka Pendek Dapat Bergeser?
1. Pergeseran yang timbul dari tenaga kerja, peningkatan jumlah tenaga kerja yang ada menyebabkan kurva penawaran agregat bergeser ke kanan, penurunannya menyebabkan kurva penawaran agregat bergeser ke kiri.
2. Pergeseran yang timbul dari modal, peningkatan modal fisik dan modal manusia dapat menggeser kurva penawaran agregat ke kanan, sedangkan penurunannya menggeser kurva penawaran agregat ke kiri.
3. Pergeseran yang tibul dari sumber daya alam, peningkatan ketersediaan sumber daya alam dapat menggeser kurva penawaran agrerat ke kanan, sedangkan penurunannya menggeser kurva penawaran agrerat ke kiri.
4. Pergeseran yang tibul dari pengetahuan teknologi, peningkatan pengetahuan teknologi dapat menggeser kurva penawaran agrerat ke kanan, sedangkan penurunannya menggeser kurva penawaran agrerat ke kiri.
5. Pergeseran yang timbul dari tingkat harga yang di harapkan, peningkatan tingkat harga yang diharapkan dapat menggeser kurva penawaran agrerat ke kiri, sedangkan penurunannya menggeser kurva penawaran agrerat ke kanan.

Permintaan Agregat / Agregate Demand
     Permintaan Agregatif adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa yang terjadi dalam suatu perekonomian, baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri.
     Banyak faktor yang mempengaruhi besarnya permintaan agregatif, diantaranya tingkat harga secara umum, jumlah uang yang beredar nominal, jumlah obligasi pemerintah, defisit tertimbang dan pemanfataan tenaga kerja secara penuh dan lain-lain.

faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan agregat didalam suatu perekonomian adalah :
• Pendapatan disposibel (Yd) atau pengeluaran konsumsi (C)
• Tingkat bunga (i)
• Investasi (I)
• Jumlah uang beredar riil (real money supply atau Ms/P)
• Pengeluaran pemerintah (G)
• Pajak (T)
• Pendapatan luar negeri (Yf)
• Harga luar negeri (Pf)
• Nilai tukar riil (Exchange rate atau ER)
     Kenaikan di dalam pendapatan disposibel (Yd), pengeluaran konsumsi (C), pengeluaran investasi (I), penawaran uang riil (Ms/P), pengeluaran pemerintah (G), pendapatan luar negeri (Yf), tingkat harga luar negeri (Pf) dan penurunan tingkat bunga (i), pajak (T) dan nilai tukar atau kurs mata uang (ER) akan membawa kenaikan didalam permintaan agregat, atau menggeser kurva permintaan agregat kekanan. Sebaliknya, apabila terjadi penurunan di dalam Yd, C, I, Ms/P, G, Yf, Pf, dan kenaikan di dalam I, T, ER tersebut, akan menurunkan AD atau mengserkan kurva AD ke kiri atas.
Mengapa Kurva Permintaan Agrerat Miring ke Bawah?
Bagaimana kita bisa menentukan mengapa kurva permintaan agregat miring kebawah? Nah, untuk memahami mengapa kurva permintaan agrerat miring kebawah, kita harus menelaah bagaimana tingkat harga mempengaruhi jumlah permintan barang dan jasa untuk konsumsi, investasi, dan ekspor neto.
1. Tingkat harga dan Konsumsi: Efek kekayaan intinya adalah “penurunan tingkat harga membuat konsumen merasa lebih kaya, yang pada gilirannya mendorong mereka untuk menghabiskan uang dalam jumlah yang lebih banyak. Peningkatan belanja konsumen berarti bertambahnya jumlah permintaan barang dan jasa.”
2. Tingkat harga dan Investasi: Efek suku bunga Yang intinya “ingkat harga yang lebih rendah mengurangi tingkat suku bunga, yang mendorong pengeluaran yang lebih besar pada barang-barang investasi sehingga meningkatkan jumlah permintaan barang dan jasa.”
3. Tingkat harga dan Ekspor neto: Efek nilai tukar yang berarti “jatuhnya tingkat harga domestic menyebabkan tingkat suku bunga domestic turun, terdepresiasinya nilai tukar riil yang kemudian mendorong ekspor neto domestic dan meningkatkan jumlah barang dan jasa.”
Mengapa Kurva Permintaan Agrerat Dapat Bergeser
Banyak factor yang mempengaruhi jumlah permintaan barang dan jasa pada tingkat harga tertentu. Ketika satu dari tiga factor ini berubah, kurva permintaan agrerat akan bergeser. Kita dapat mengelompokkan sumber-sumber pergeseran kurva permintaan agrerat. Mari kita lihat beberapa contoh kejadian yang menggeser permintaan agregat. Kita dapat kelompokkan hal ini menurut komponen belanja mana yang paling memengaruhi secara langsung.
1. Pergeseran yang timbul dari konsumsi kejadian yang membuat konsumen menghabiskan uangnya pada tingkat harga tertentu (potongan pajak, ledakan pasar saham) mengeser kurva permintaan agregat ke kanan. Kejadian yang membuat konsumen mengurangi pengeluarannya pada tingkat harga tertentu (kenaikan pajak, kelesuan pasar saham) menggeser kurva permintaan agregat ke kiri.
2. Pergeseran yang timbul dari investasi kejadian yang membuat perusahaan menginvestasi lebih pada tingkat harga tertentu (optimism pada kondisi ekonomi pada maa depan, turunnya tingkat suku bunga akibat naiknya jumlah uang yang beredar) menggeser kurva permintaan agregat ke kanan, dan sebaliknya.
3. Pergeseran yang timbul dari belanja pemerintahpeningkatan dalam belanja pemerintah terhadap barang dan jasa ( membesarnya pengeluaran untuk membangun jalan atau pertanahan) menggeser kurva agregat ke kanan, dan sebaliknya.
4. Pergeseran yang timbul dari ekspor neto kejadian yang meningkatkan belanja atas ekspor neto pada tingkat harga tertentu (terjadinya “ledakan” di pasar luar negri, depresi nilai tukar) menggeser kurva permintaan agregat ke kanan. Kejadian yang mengurangi belanja atas ekspor neto pada harga tertentu (resesi di pasar luar negri, apresiasi nilai tukar) menggeser kurva permintaan agregat ke kiri.

Sumber :
https://myfebieviana.wordpress.com/2015/04/21/penawaran-dan-permintaan-agregat/
http://krisnanda.students.uii.ac.id/2014/06/18/permintaan-dan-penawaran-agregat/
http://ahdiyat.students.uii.ac.id/2014/06/14/permintaan-dan-penawaran-agregat/

Sabtu, 10 Juni 2017

DAPATKAH PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA MENCAPAI 5,6% TAHUN 2018?

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menggelar Sidang Kabinet Paripurna bersama jajaran Menteri Kabinet Kerja. Sidang Kabinet Paripurna kali ini akan membahas tentang pagu indikatif Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Artinya, dalam Sidang Kabinet Paripurna ini akan dibahas tentang batasan maksimal anggaran yang dipatok dalam RAPBN tahun 2018 mendatang.

Mengawali Sidang Kabinet ini, Jokowi menekankan tentang target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018. Adalah angka yang diterapkan adalah sebesar 5,6%.

"Sudah kita tetapkan untuk 2018 kemarin mengenai pertumbuhan ekonomi yang kita inginkan, yaitu 5,6%," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Hanya saja, Jokowi juga berharap agar pertumbuhan ekonomi tahun ini juga lebih tinggi. Upaya perbaikan pun harus terus dilakukan oleh pemerintah.

"Tetapi saya ingin ini tidak hanya 2018, di 2017 mumpung kita baru masuk pada 3 bulan pertama," jelasnya.

Untuk mencapai target ini, pemerintah pun perlu menggenjot investasi. Pasalnya, hal ini merupakan salah satu senjata bagi Indonesia untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Ini yang paling penting selain belanjanya sebetulnya yang paling penting untuk pertumbuhan yaitu hanya ada 2 sekarang ini yang pertama naikkan ekspor yang kedua naikkan investasi," tuturnya.
Seperti diketahui, Jokowi sebelumnya menekankan bahwa APBN 2018 harus disusun dengan realistis dan optimis. Untuk itu, Jokowi pun memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% hingga 6,1% pada tahun 2018 mendatang.

"Saya ingin tekankan beberapa hal. Saya minta RAPBN 2018 disusun dengan semangat optimisme tapi realistis dan kredibel. Sejalan dengan perbaikan ekonomi dunia, kita juga harus berani meningkatkan target pertumbuhan ekonomi pada 2018 menjadi kira-kira 5,4%-6,1%," tuturnya di Istana Negara beberapa waktu lalu.


Menurut saya, pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,6% seperti pada tahun 2010 dan 2013. Tetapi tidak mudah bagi pemerintah untuk mencapai target tersebut dikarenakan perbedaan mendasar antara kondisi ekonomi di tahun 2010 atau 2013 dengan tahun 2018.

Ekonomi dunia sedang lesu, selain itu harga komoditas juga sedang anjlok di bawah harga normal karena kenaikan harga yang terlalu tinggi di masa lalu, Jadi pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan ekspor.

Kondisi lain yang  menuntut pemerintah membuat terobosan baru adalah rencana pengetatan moneter oleh Amerika Serikat (AS). Dengan pengetatan tersebut, dana AS yang selama ini masuk ke Indonesia akan keluar dan membuat perekonomian nasional akan mengalami masalah.

Untuk menangkal risiko tersebut, Indonesia harus meningkatkan investasi dalam negeri dan banyak membangun infrastruktur. Tujuannya agar lebih banyak kebutuhan masyarakat yang bisa dipenuhi dari hasil negara sendiri dan membuat ekonomi nasional secara keseluruhan lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh kondisi ekonomi di luar negeri.


Sumber :

http://economy.okezone.com/read/2017/04/04/20/1658314/jokowi-incar-pertumbuhan-ekonomi-5-6-di-2018
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3271752/bisakah-ekonomi-indonesai-tumbuh-di-atas-6

Rabu, 08 Maret 2017

SISTEM PEREKONOMIAN

A. Pengertian Sistem Perekonomian
     Sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.

     Pengertian sistem perekonomian menurut beberapa ahli :

     Gilarso (1992:486)
     Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis dan kekacauan dapat dihindari.

      L. James Havery
      Menurut dia sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

       C.W. Churchman
       Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.


B. Macam-macam Sistem Perekonomian

1. Sistem Ekonomi Tradisional
    Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi dimana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya. Biasanya sistem ekonomi tradisional dapat dijumpai pada daerah pedesaan seperti daerah perkebunan dan persawahan.

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
1. Belum adanya pembagian kerja yang jelas
2. Ketergantungan pada sektor pertanian atau agraris
3. Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis
4. Teknologi produksi sederhana

Kelebihan sistem ekonomi tradisional
1. Menimbulkan rasa kekeluargaan dan gotong-royong serta saling membutuhkan antara satu individu dengan individu lain dalam memenuhi kebutuhannya
2. Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.

Kekurangan sistem ekonomi tradisional
1. Pola pikir masyarakat secara umum yang masih stratis, karena di daerah pedesaan masih minim pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan teknologi modern
2. Hasil produksi masih terbatas hanya menggantungkan produksi alam dan tenaga kerja apa adanya.

Negara yang menganut sistem ekonomi tradisional sepertinya sudah tidak ada karna negara-negara didunia sudah meninggalkan sistem perekonomian tradisional.

2. Sistem Ekonomi Liberal
    Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi dimana sebagian besar keputusan dalam perekonomian ditentukan oleh masing-masing individu, bukan lembaga atau organisasi bahkan pemerintah.

Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
1. Semua sumber produksi adalah milik masyarakat secara individu
2. Diakui kebebasan pihak swasta atau masyarakat untu melakukan tindakan-tindakan ekonomi
3. Setiap orang bebas memiliki barang (hak milik diakui), termasuk barang modal
4. Harga barang ditentukan oleh mekanisme pasar

Kelebihan sistem ekonomi liberal
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi karena mereka tidak perlu menunggu komando pemerintah dan tidak lagi dibatasi pemerintah
2. Persaingan akan muncul sehingga mendorong kemajuan usaha
3. Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat

Kekurangan sistem ekonomi liberal
1. Terjadi persaingan yang tidak sehat bila para pejabat melakukan korupsi
2. Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat
3. Sulit melakukan upaya pemerataan pendapatan dan kesejahteraan

Negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat. Alasan amerika serikat menggunakan sistem komoni liberal :
1. Sistem ideologi yang dianut oleh Amerika Serikat adalah ideologi liberalisme
2. Peranan pemerintah dalam kegiatan perekonomian sangat minim, sehingga sektor swastalah yang menjadi sentral kegiatan ekonomi


3. Sistem Ekonomi Campuran
    Sistem ekonomi campuran merupaka perpaduan konsep antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi komando, dimana kelemahan-kelemahan dieliminasi pada sistem ekonomi campuran.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
1. Pemerintah aktif dalam keiatan ekonomi
2. Sumber-sumber daya vital dikuasai oleh pemerintah
3. Hak swasta diakui agar tidak mengganggu kepentingan umum
4. Timbulnya persaingan dengan kontrol langsung pemerintah

Kelebihan sistem ekonomi campuran
1. Hak individu diakui
2. Penetapan harga dalam perekonomian lebih terkendali
3. Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah diarahkan untuk kepentingan masyarakat

Kekurangan sistem ekonomi campuran
1. Beban pemerintah lebih berat daripada swasta
2. Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungannya

Negara yang menganut sistem perekonomian campuran adalah Indonesia karena sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang paling cocok dengan keadaan Indonesia.


Sumber

http://www.ekoonomi.com/2016/08/pengertian-sistem-ekonomi.html?m=1

http://www.startkampus.net/2016/10/sistem-ekonomi-pengertian-macam-macam.html?m=1

http://dodirullyandapgsd.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-sistem-ekonomi-tradisional.html?m=1

http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2015/10/sistem-ekonomi-liberal-artikel-lengkap.html?m=1

http://www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-sistem-ekonomi-campuran-ciri-ciri.html?m=1

https://googleweblight.com/?lite_url=https://brainly.co.id/tugas/894377&ei=TGMCGfXa&lc=id-ID&s=1&m=813&host=www.google.co.id&ts=1489035054&sig=AJsQQ1Cmza4_ZOBauwrYUbu_C7NsWZHsWA

http://gitasastrawan.blogspot.co.id/p/ekonomi_13.html?m=1

Selasa, 17 Januari 2017

KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL

1. Kewiraswastaan
          adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil.

    Wiraswasta
         adalah orang yang memiliki pribadi hebat, produktif, kreatif, melaksanakan kegiatan perencanaan bermula dari ide sendiri, kemudian mengembangkan kegiatannya dengan menggunakan tenaga orang lain dan selalu berpegang pada nilai-nilai disiplin dan kejujuran yang tinggi.

Unsur-unsur penting wiraswasta
     Dalam wiraswasta terdapat beberapa unsur penting, yaitu :
        > Unsur pengetahuan
           Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. Pada umumnya unsur                                pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan orang yang bersangkutan.
        > Unsur keterampilan
           Pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswasta yang            dilengkapi dengan keterampilan kerja tinggi akan mempunyai peluang keberhasilan                    yang lebih tinggi.
        > Unsur sikap dan mental
           Menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi.              Untuk berwiraswasta, secara umum dituntut adanya sikap mental yang fleksibel sesuai              dengan tuntutan dan perkembangan keadaan, dinamis, kreatif dan penuh inisiatif.
        > Unsur kewaspadaan
           Merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan              yang datang. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk               menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi.

2. Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
         Adalah komunitas perusahaan kecil yang memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan dibidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja dan lain sebagainya, atau bisa dibilang perusahaan yang belum menjadi perusahaan terbuka atau go internasional karna ruang lingkupnya hanya sebagian kecil saja.

3. Perkembangan franchising di Indonesia
         Pengembangan usaha dengan sistem waralaba dapat mendorong berkembangnya spesialisasi dan modernisasi usaha tradisional, menumbuhkan kreatifitas dalam mengembangkan inovasi dalam berusaha.
    
Kiat-kiat memilih usaha dengan cara waralaba (Franchising) :
     a. produk yang dijual harus disukai semua orang
     b. merk dagang produk harus sudah dikenal, paling sedikitnya di 5 negara
     c. harus standar dalam segala aspek (produk, manajemen, tata ruang dan lain-lain)

Jenis-jenis usaha yang potensial diwaralaba :
     a. produk dan jasa otomotif
     b. bantuan dan jasa bisnis
     c. produk dan jasa konstruksi, perawatan dan perbaikan rumah, dan jasa AC
     d. jasa pendidikan
     e. rekreasi dan jasa hiburan

Ciri-ciri perusahaan kecil
     a. manajemen beridiri sendiri
         biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya juga, dengan predikat yang                      disandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindank dan mengambil keputusan.
     b. investasi modal terbatas
         pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh seorang pemilik atau                            sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relative kecil.
     c. daerah operasinya lokal
         dalam hal ini majikan dan karyawan tinggal dalam satu lingkungan yang berdekatan                    dengan letak perusahaan.
     d. ukuran secara keseluruhan relatif kecil
         penyelenggara dibidang operasinya tidak dominan.

Keuntungan perusahaan kecil
      a. Modal minim
      b. Tahan banting
      c. Cepat action
      d. Lebih fokus pada konsumen
      e. Penuh tantangan
       f. Mudah beradabtasi
      g. Ikut menggerakkan ekonomi masyarakat
      h. Inovasi
      i. Fleksibel
      j. Kebebasan

Kelemahan perusahaan kecil
     a. Masih terbatasnya kemampuan sumber daya manusia
     b. Kendala pemasaran produk sebagian besar pengusaha usaha kecil dan menegah                      industri - dangang lebih memproritaskan pada aspek produksi sedangkan fungsi-fungsi              pemasaran kurang mampu dalam mengaseskannya, khususnya dalam informasi pasar              dan jaringan pasar, sehingga sebagian besar hanya berfungsi sebagai tukang saja.
     c. Kecenderungan konsumen yang belum mempercayai mutu produk usasa kecil dan                      menengah industri dagang.
     d. Kendala permodalan uasaha sebagian besar usaha kecil dan menengah industri.
     e. Dagang memanfaatkan modal sendiri dalam jumlah yang relatif kecil.
      f. Disamping itu mereka menjual produknya secara pesanan dan banyak terjadi penundaan          pembayaran.

Cara-cara mengembangkan perusahaan kecil
      a. Temukan keahlian dan minat anda
      b. Perhatikan ide bisnis apa yang cenderung terus mengalami kemajuan
      c. Lakukan penelitian dengan benar sebelum anda benar-benar memulai uasaha anda


Sumber

http://dewinoviantigundar.blogspot.co.id/search?updated-max=2012-11-07T06:25:00-08:00&max-results=7&start=1&by-date=false

PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

1. Pengertian perusahaan
       Perusahaan adalah suatu organisasi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan. Berdasarkan definisi ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki 5 unsur penting, yaitu : organisasi, produksi, sumber ekonomi, kebutuhan dan cara yang menguntungkan.

2. Tempat kedudukan dan letak perusahaan
      Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Dengan demikian tempat kedudukan dan letak perusahaan harus diputuskan dengan hati-hati atas dasar fakta yang lengkap ditinjau dari aspek ekonomi maupun teknis, dan juga mempertimbangkan fleksibilitasnya terhadap kemungkinan dimasa depan.

  > Tempat kedudukan perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang pada umumnya dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain.
  > Letak perusahaan
Letak perusahaan ialah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutamadalam kaitannya dengan biaya. Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi 4 jenis. Yaitu :
      a. Terikat keadaan alam
      b. Terikat sejarah
      c. Terikat oleh pemerintah
      d. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi

3. Lembaga dan perusahaan sosial
      Perusahaan merupakan satu unit tindakan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat. Unit kegiatan seperti ini sering disebut lembaga sosial. Perlu dibedakan antara perusahaan dan lembaga sosial umum, dan yang membedakannya adalah adalah penekanan prioritas perusahaan perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup dan tanggung jawab sosial, maka perusahaan adalah sebaliknya lebih berorientasi pada perolehan keuntungan.

Tujuan perusahaan

1. Keuntungan maksimal (laba)
    Laba merupakan kelebihan harga jual barang dan jasa di atas ongkos-ongkos yang dipakai untuk menghasilkannya. Ongkos-ongkos ini terdiri dari upah kerja, sewa tanah dan bunga modal. Sebuah perusahaan dengan tujuan laba maksimal biasanya adalah lembaga atau badan usaha untuk mengadakan konsentrasi modal. Dengan tercapainya laba maksimal maka tercapai pula tujuan-tujuan lain perusahaan, antara lain :
    - Kelangsungan hidup (survival)
    - Pertumbuhan perusahaan (growth)
    - Prestise

2. Kesejahteraan anggota
       Lembaga dengan tujuan utama untuk mencapai kesejahteraan anggota badan usahanya berbentuk koperasi yang bukan merupakan lembaga untuk mengadakan konsentrasi modal, tetapi konsentrasi orang.
3. kesejahteraan masyarakat
       Lembaga dengan tujuan utama untuk mencapai kesejahteraan masyarakat biasanya merupakan lembaga atau badan usaha milik pemerintah (negara). Contohnya BOLOG, PAM, PLN, PERUMNAS, PJKA dan sebagainya.

Perusahaan sebagai suatu sistem

     Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun tanggung jawab sosial.

Sifat sistem perusahaan

       a. Kompleks
       b. Sebagai kesatuan atau unit
       c. Beragam
       d. Saling bergantung
       e. Dinamis

Fungsi-fungsi perusahaan

  1. Fungsi operasi
      Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informaso dan komunikasi, pelayanan umum dan fungsi operasi penunjang.
  2. Fungsi manajemen
      Perencanaan, pengorganisasian, pengarah dan pengendalian.

Ciri-ciri perusahaan
       1. Operatif, adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi,                penyedia atau distribusi barang dan jasa.
       2. Koordinasi, adanya koordinasi didalam elemen-elemen perusahaan.
       3. Regular, adanya keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu                bergerak maju untuk mencapai kesinambungan perusahaan.
       4. Dinamis, mampu mengikuti dan menyesuaikan diriterhadap perubahaan                          lingkungan.
       5. Formal, tunduk terhadap peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan                pendirian.
       6. Lokasi, perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan                  yang jelas letak geografisnya.
       7. Pelayanan bersyarat, keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi                dalam suatu kawasan yang jelas letak geografisnya.

4. Lingkungan perusahaan
       Secara umum lingkungan perusahaan dibagi menjadi dua macam :
         1. Lingkungan eksternal : faktor-faktor diluar dunia usaha yang mempengaruhi                    kegiatan perusahaan. Faktor ini ada yang mempengaruhi secara langsung pada              kegiatan usaha (eksternal mikro) maupun secara tidak langsung (eksternal                      makro).
         2. Lingkungan eksternal : faktor-faktor yang berada didalam kegiatan produksi dan              langsung mempengaruhi hasil produksi.

5. Pendekatan dalam melihat bisnis dan lingkungan
        Kesempatan bisnis atau bisnis selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan maka akan tersingkir dari dunia bisnis. Pendekatan yang dilakukan dalam melihat bisnis dan lingkungan adalah dengan cara melihat tempat kedudukan dan perusahaan, mengerti jenis-jenis lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan. Pada awalnya pendekatan ini dilakukan dengan berorientasi pada produsen yang berarti semua produk apa saja akan terjual. Tetapi seiring berjalannya waktu dan bertambah ketatnya persaingan antar pengusaha maka orientasinya berubah menjadi kepada konsumen.


sumber

http://indahfebrinamora.blogspot.co.id/2015/01/pengantar-bisnis-bab-1-sampai-bab-14.html